"Ba'da isya di akhir tahun 2012 adalah titik balik kehidupanku, tersingkapnya tabir semesta rahasia, aku yang selama ini terkungkum dalam gelap maju selangkah berbekal kekuatan hati, keteguhan fikiran, aku mantapkan langkah, aku hijrah"
Sabtu, 25 Februari 2012
"RINDU"
Senin, 23 Januari 2012
Dialog Cinta Telur Busuk IV
- Dialog Cinta Telur Busuk I
- Dialog Cinta Telur Busuk II
Dialog Cinta Telur Busuk III
Edi Siswoyo :
Aku suka terpenjara
Dalam gelap dalam bingar derita
Jauh dari fata dekat pada morgana-Nya
Usai bagiku hingar rona cinta
Bersama kepergian ayunda
...
Diamku adalah sebuah harga kehilanganmu
Sendiri adalah nisan penghormatan pada cinta agungmu
Segalanya terasa disini berharganya dirimu
Saat tiada dirimu, meruap semua nilaimu
Demi-Nya pemilik nyawa
Aku gembira bersama derita
Bagiku sempurna semua angkara
Menunggu-Nya menyudahi semua
Tenanglah bersamanya yang tak akan memeranaimu
Terbanglah bersamanya yang tak akan melukaimu
Reguk habis anggurnya, anggur yang tak pernah bisa kuberikan padamu
Bagimu kebahagiaanmu, bagiku senyum pedihku
Moussycha :
Bila sedih itu kau anggap mampu puaskan cintamu
Silahkan reguk sampai habis
Sekiranya setelah itu kau mampu lagi tersenyum
Soal cinta tak menjamin tanpa duka...
Tanpa menggaransikan tanpa luka
Siapapun bisa memeranaiku
Semua kembali duhai sang pencinta
Pada bagaimana kau berteman
Pada bagaimana kau berkawan
Merangkul rasa patah
Tanpa harus tersungkur mati
Dan terkubur sendiri
Dialog Cinta Telur Busuk III
- Dialog Cinta Telur Busuk I
- Dialog Cinta Telur Busuk II
Edi Siswoyo :
Pergilah dengan bangga
Lilin remang tanda
Pelukis sudah papa
Tanpa kuas diam saja
... Menyepi dalam gulita
Kusuruk jauh segala cinta
Kukubur seribu rasa
Kututup, kubuang jauh ke jurang masa
Aku tenang hidup bersama iblis neraka
Melupakan waktu, bahagia dan duka
Menunggu sampai hari akhir tiba
Dia mengambil semua
Raga, jiwa dan nyawa
Bergembira lagi bersama iblis surga
Melupakan wanita, cinta dan dunia
Menunggu sampai hari bahagia tiba
Bumi menyembuyikanmu dalam bahagia
Abadilah do'aku, dzikirku untukmu yunda
Menulis malam-malam gulita
Melukis warna-warna darah luka
Mendalang wayang aksara duka
Memekuuuuuurr
Moussycha :
Tak sedikitpun terbias rasa bangga
Ku biarkan sang pemilik Cinta membawaku
Ku biarkan pelukan kasih menyapa
Merangkul segala luka yang pernah memamahku habis dan nyaris selesai
Tak bisakah kau lari dari sgala ikatan iblis...
Bukan kah malaikat itu slalu membuka matanya dan menawarkan keindahan yang lebih abadi
Meski dengan pahit, meski dengan duri dan tak semanis goda sang Iblis
Tidakkah kau mampu melepas pergi dari waktu-waktu bersamanya
Menyambut bahagia dengan rengkuhmu sendiri
Kelak smua kan terang untukmu
Darah luka tak slalu ada
Aksara dukapun mampu menghilang
Berganti senyum layaknya pagi datang setelah malam
Dialog Cinta Telur Busuk II
- Dialog Cinta Telur Busuk I
Edi Siswoyo :
Sungguh mulia dikau penembang
Tetap sungging senyum meski hatimu gamang
Hanya saja belum usai kau berdendang
Aku bunuh malaikat surga penggambang...
Kini yang kuuntai hanya bayang
Yang kusungging melati kenangan
Bahuku kosong tiadamu sandarmu sayang
Kau mati, kau pergi, madah melayang
In memmoriam dalam peti kenangan
Masih kutabur sekar
Wijaya Kusuma kutebar-tebar
Bunga kresna konon penghidup yang mati kusebar
Diatas pusaramu ku bersabar
Pada akhirnya yang pergi tetap pergi
Tak kan pernah kembali
Oi,meruap kabar gembira lagi
Di arshy lain kau hidup lagi dari mati
Disana kau gembira kembali menjadi pelangi
Kau dipujanya bak dewi
Tetaplah disana menjadi pelangi
Dan, kupun bahagia disini
Wijaya kusuma dari lembah mandalawangi
Kuuntai dalam do'a menghuni-huni
Umruna min ardhi rihlahi
Kuusir kau penuh senyum, pergi pergilah pelangi
Kuijinkan kau toreh didasar kanvasku yang kosong
Seketika kau hitamkan kembali
Bagaimana bisa ku beri lagi ruang untuk kau lukiskan aksara cintamu
Biarkan sang pelukis sepi...
Lebih dari pelangi mu
Meski dengan senyum, ku pergi
Perantara kasih mengikat silahturahmi
Kuharap terjaga tak lelap ditelan waktu
Senyummu seperti dulu kan membawa pelangi lain berkunjung dilangitmu dan tinggal diam disana...
Pelangi yang sebaik bagaimana kau torehkan warna dengan kuasmu
Dialog Cinta Telur Busuk I
kusematkan sekar melati di sela telingamu
Sini mendeh-mendeh tan sinendeh nyendeamu
Kemari sayang sandarkan resahmu
Bersandar tanpa sadar, sandari resahku..”
biar ku lepas gundah dalam desah yang lelah hihii“
Teruslah dengusi aku dengan desah itu
Mengunduh debur gairah
Melebur gelora diatas padang mandalawangi
Sampai kita benar-benar tak sadar…”
Berbisik halus merambati hatimu
Waktupun tak kan sama sayang
Terus merambah walau tak kau sadari…”
Kamis, 06 Oktober 2011
Dalamku Bukan Dalam-Mu
Senin, 23 Mei 2011
My Rindu : Untuk Diajengku
Gunung yang perkasa itu adalah kekasihku
Dilubuk hatiku ia adalah buah hatiku
Dulu kita sama-sama bisu, sampai ketika cinta menemukan kita
Ia menariku dari muslihat terang bulan dibalik langit biru
Lalu aku bergegas menyongsong peluknya
Lalu aku pergi berlari menyongsong peluknya
Aku sudah bersumpah akan menyongsong-nya
Detak jantungya khawatir, apa ini kisahku?
***
Angin berhenti mendesir, jantungnya berhenti berdetak
Sudah mati ia tak goyah pun teripis angin “Aku tak mendesir lagi”
Aku ingin undur diri dengan berat hati
Kata selamat tinggal itu akan kubisikan berulang kali ditelingamu sampai kau benar-benar mati. Kakiku sudah menyentuh bumi, dan kekasihku yang perkasa menyembunyikanku dengan pandai seperti ia menyembunyikan kebiruan cakrawala saat matahari berteriak-teriak akan membunuhnya.
Aku dipangkunya penuh kecemasan, dikeemasan pangkuanya yang lembut dan tidak menyakiti bak pasir diujung pantai perawan. Aku dan kekasihku sungguh berpadu dengan kesempurnaan ia puaskan dahagaku sedangkan ia tak terlelap sampai aku menyadari aku tak membutuhkan perlindunganya lagi.
“Kekasih, nafasmu memenuhi segenap relung hatiku?
Kau lunakan suaraku dalam gelora didadamu….
kau redamkan laraku dalam pandang matamu”
“Kini saat fajar tiba, kau ucapkan padaku kaidah cinta, kau bisikan semuanya ditelingaku, setelah itu kau hilangkanku dalam pelukanmu yang penuh damba itu… Ooh kekasih… janganlah pergi?”
Aku harus pergi hari-hari terik itu segera tiba, tak mungkin kudendangkan cinta selalu untukmu, tak mungkin kecupan-kecupan kasih ini akan selalu hinggap dipipi, dan dikeningmu. Janganlah kau warnai hatimu itu terus menerus dengan kekhawatiran. Janganlah kau teduhkan kegalauan itu selalu didalam dadamu yang indah itu.
Aku harus menjadi manusia yang kejam, begitupun kau kekasihku. Suatu saat kau harus membunuh rindumu kala air surut itu menariku jauh darimu, dan kau harus bisa tumbuh dan mengusap dari yang mengucur dari dua pasang matamu saat air pasang mengantarkanku kembali padamu. Sambut aku.
Yang kekasihku tak tahu akau sering menari-menari mengitari api yang menerangi badan-badan kami saja, mereka lahir dari rahim-rahim kekhawatiran sang kekasih sepertimu, senyuman mereka tak terlhat karena kesucian cinta dan kesedihan telah menodainya dengan kekhawatiran. Air mata mereka berkelap-kelip bakbintang memerah, mereka dalam kesedihan yang nyata manakala sesekali mendengar keluh kesah kekasihnya akan betapa kecilnya mereka tanpa cinta dari yang dicintainya.
Duh… jantung malam yang malam ini sedang menggeliat-geliat, aku adalah segenap mahluk-Mu. Kuserahkan kekasihku yang saat ini jauh dalam lindungan dan kasihmu. Kau berikan masa-masa pertemuan yang indah, dan kini Kau jauhkan kami dalam masa-masa pembuangan yang mengkhawatirkan. Entah rindu, entah cinta, aku sudah kebirikan semuanya dalam kalbuku, kadang aku tak kuat menghimpunya hingga Sebagianya berubah menjadi air mata, sebagianya membuatku terdiam, sebagianya membuatku menjadi pemangsa waktu yang ganas.
Duh… Hyang Gusti hamba manusia rindu tatap tak berharap murka. tolong berikanlah keadilan padaku jika Kau tak berkenan mempertemukanku dengan kekasihku, panggilah malaikat maut-Mu untuk menjemputku.
My Rindu : Untuk Diajengku
Kang mas sudah hampir lupa didagu atau dibawah bibir letak andeng-andangmu, tapi percayalah setiap senja sore datang rasa kecupan mesra, nakal, menimbulkan efek merinding tidak karuan dan segala rasanya itu tak pernah kang mas lupakan. (*)
****************************************************************
DESA RANGKAT menawarkan kesederhanaan cinta untuk anda, datang, bergabung dan berinteraksilah bersama kami (Klik logo kami)
KALA ITU
Angin berdesir kala itu Aku tahu kau suka angin itu Semilir menerpa jilbab panjangmu itu Senyuman kecilmu tanda kau suka itu Aku ingin berta...
-
Sudah sedari tadi Betara dan Betari Saling senyum mringis sehari-hari Parit-parit mengalir terisi Betara dan Betari ada cinta di sina sini ...
-
Masihkah anda mau terus serius di Negara yang govermentnya tidak serius…? Kenapa anda tidak “Guyon” saja. Kenapa harus guyon …? Ya iyalah go...
