Ditulis oleh Edi Siswoyo
28 Desember 2010
Diunggah oleh Edi Siswoyo
Sulaman suka duka
Jika seraya berduka
Apa yang hendak didukakan
Detik-detik kata-kata duka
Hemm…telah usai jalinan
Indah pula menikmati jalinan kasih
Tanpa perjumpaan penuh birahi
Tanpa pertemuan berarti
Tali-temali kesedihanmu
Gilalah hancur…hancurmu..
Pada pemakaman cinta terakhirmu
Kesejatian tak menitisi ruh-mu
Serapah amukmu
Sabar sabah keawang-awang
Mumbul, sundul kahyangan
Kahyangan suci, Kahyanganku kahyanganmu
Kahyanganku, kau wakil Tuhan yang menciumku
Kahyanganmu, kau lupa terlalu lelap birahimu
Sulaman neraka anyaman surga samar
Sulaman duka anyaman suka sama
Kahyangku pada sebuah ranjang
Tempat kita berdua akan mati
Kasih…aku menemuimu
Dalam nyawa, kahyangan keabadian
Kahyanganku kahyanganmu adalah kematian
"Ba'da isya di akhir tahun 2012 adalah titik balik kehidupanku, tersingkapnya tabir semesta rahasia, aku yang selama ini terkungkum dalam gelap maju selangkah berbekal kekuatan hati, keteguhan fikiran, aku mantapkan langkah, aku hijrah"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KALA ITU
Angin berdesir kala itu Aku tahu kau suka angin itu Semilir menerpa jilbab panjangmu itu Senyuman kecilmu tanda kau suka itu Aku ingin berta...
-
Hemmm... Tegal, yang aku tanyakan pertama kali sesaat setelah mobilku menyentuh tapal batasnya adalah "Nasi lengko masih ada n...
-
Ditulis oleh Edi Siswoyo Diunggah oleh Edi Siswoyo Apa kabar… kegelisahan…? Aku yang mengunjungimu melalui kata Kau juga… Kesedihan…? Aku ya...
-
Pertama kali saya ucapkan terima kasih pada orang yang pertama kali mengajaku sekedar mampir di desa yang saat itu saya masih sebut desa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar